Yangon, PINews.com - Ribuan orang berkumpul di bagian utara Myanmar untuk menghadiri pemakaman dua orang guru yang menurut para pegiat diperkosa dan dibunuh tentara.
Mayat kedua perempuan yang berasal dari suku minoritas Kachin, ditemukan pada hari Selasa (21/01), di sebuah desa terpencil di negara bagian Shan.
Para penduduk desa serta organisasi-organisasi nonpemerintah lokal dan internasional menuduh tentara Myanmar yang bertanggung jawab.
Para pejabat telah memulai penyelidikan terhadap kasus pembunuhan ini.
"Polisi setempat dan pemerintah negara bagian sedang melakukan penyelidikan. Orang-orang mengatakan hal ini dilakukan Tatmadaw (tentara), tapi mereka memerlukan bukti-bukti. Mereka tidak bisa menuduh begitu saja," juru bicara istana kepresidenan, Zaw Htay, mengatakan kepada kantor berita AFP.
Jika tentara memang ditemukan melakukan tindak kejahatan ini "kami tidak akan menoleransinya, kami akan melakukan tindakan serius," katanya menambahkan.
Mayat kedua perempuan berusia 20 dan 21 tahun itu ditemukan dengan penuh luka-luka pukulan di rumah mereka.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
