Jakarta, PINews.com - Sudah bukan rahasia umum bagaimana tercemarnya laut di planet bumi ini sudah semakin menjadi. Baru-baru ini bahkan sebuah studi menemukan wilayah baru tempat ‘pulau sampah’ mengapung di lautan.
Pulau sampah yang biasa disebut Great Pacific Garbage Patch itu berada di antara Hawaii dan California. Terdiri dari lumpur dan sampah laut yang berputar dalam pusaran arus di Pasifik Utara.
Dilansir dari National Geographic, penemuan ini dituliskan dalam jurnal Chaos. Dikhawatirkan temuan baru ini akan berdampak buruk pada ekosistem di lautan. Sejauh ini para ilmuwan meyakini terdapat empat pusaran sampah yakni di Samudra Hindia, Atlantik Utara, Atlantik Selatan, dan Pasifik Selatan.
Dr. Erik van Sebille, searing ahli kelautan dari University of New South Wales mengatakan bahwa kondisi ini jauh lebih parah dari sebelumnya.
Mereka menemukan sampah mengapung dengan cara tidak biasa karena perbatasan antar samudera yang berbeda.
Van Sebille memberikan contoh ketika Anda membuang plastik di Great Australian Bright maka hampir dapat dipastikan plastik tersebut akan ada di samudera Pasifik dan bukan di Samudera Hindia. Ia juga mengatakan belum ada data cukup berapa luas sebenarnya pulau sampah itu.
“Banyak orang mencoba mengukur besaran pulau sampah dari dalam tidak dengan bagian luarnya,” ujar Van Sebille.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
