Jakarta, PINews.com - Selama bulan Ramadhan pemerintahan sebuah Negara biasanya mengeluarkan kebijakan dengan tujuan untuk memberikan toleransi bagi para pegawainya yang menjalankan ibadah puasa.
Namun hal itu tidak akan kita temukan di pemerintahan daerah Xinjiang, Cina. Beberapa departemen pemerintah di daerah Xinjiang, Cina barat melarang staf yang beragama Islam berpuasa selama bulan Ramadan.
Situs internet salah satu kantor menyebutkan pegawai negeri tidak dapat "ikut serta berpuasa dan kegiatan keagamaan lainnya". Langkah diambil ketika pengamanan diperketat di wilayah-wilayah yang sering terjadi serangan dengan kekerasan.
Pemerintah memandang kelompok Islam Uighur bertanggung jawab, tetapi para pemimpin Uighur menyangkal berada di belakang serangan tersebut. Para pegiat menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman kelompok separatis Uighur sebagai alasan memberangus kebebasan beragama dan kebudayaan Uighur.
Seperti dilaporkan kantor berita AFP, menyatakan di situs internetnya bahwa larangan ini "sesuai dengan perintah atasan". Situs internet Universitas TV dan Radio Bozhou milik pemerintah menyatakan larangan berpuasa berlaku bagi anggota partai, guru dan generasi muda. "Kami mengingatkan semua pihak bahwa mereka tidak diizinkan berpuasa saat Ramadan."
Sumber : BBC
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
