WNI di Ukraina Dihimbau Untuk Kembali ke Tanah Air
Credit by: Kondisi kota Krimea (setkab)

Jakarta, PINews.com - Kecemasan akan status keamanan di Ukraina membuat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyerukan warga negara Indonesia (WNI)  yang belajar maupun bekerja di Ukraina, untuk kembali ke Indonesia.

Keputusan ini diambil menyusul kabar pengiriman pasukan militer ke Krimea, salah satu kota di negara tersebut. 

Duta Besar RI untuk Ukraina, Niniek Kun Nuaryatie, menegaskan bahwa tidak ada WNI yang bekerja ataupun belajar di Krimea. Menurut Niniek, sekitar  60 WNI tinggal Ukraina, dan sekitar 34 orang berada di Ibu Kota Kiev.

Dilansir setkab, KBRI meminta  dua mahasiswa yang sedang menjalani proses pertukaran pelajar di kota Donetsk untuk memutus programnya dan kembali ke Indonesia. KBRI juga meminta pekerja yang berada di kota lain untuk meminta izin pada atasan masing-masing. Mereka diminta merapat ke Kiev.

“Diupayakan dijemput KBRI jika transportasi kesulitan,” katanya.

Sejauh ini, Ibukota Kiev  masih normal. Namun demikian, KBRI mulai menyimpan cadangan listrik untuk menghindarkan krisis yang lebih buruk.

KBRI menghimbau kepada WNI di Kiev tidak keluar rumah. Kalau tidak berani di rumah sebaiknya datang saja ke KBRI, ke Wisma Indonesia,” katanya.

Niniek mengatakan pihaknya masih mengantisipasi kondisi situasi sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Satu di antaranya, upaya penanganan diplomasi di tingkat internasional dan PBB.

Sebelumnya dalam suratnya 31 Januari 2014, KBRI sudah memberikan panduan bagi WNI bila terjadi keadaan darurat.

Dalam keadaan darurat, WNI agar segera menghubungi KBRI Kiev yang telah menyiagakan petugas Piket Kantor dan membuka saluran telfon hotline  Pelayanan Perlindungan WNI selama 24 jam di nomor : +380206 5446-8.

KBRI juga mengimbau WNI yang ada di ukraina untuk menyiapkan persediaan lebih untuk mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti situasi kemanan yang maikn memburuk ataupun cuaca dingin yang melanda.

Editor: Rio Indrawan