Jakarta, PINews.com - Fluktuasi harga komoditas tambang memaksa perusahaan untuk mengambil langkah efisensi guna menjaga produktivitas dan keberlangsungan usahanya.
Muliawan Margadana, Ketua Bidang Mineral, Energi dan Batu Bara APINDO, mengatakan bahwa peraturan ketenagakerjaan, regulasi di Indonesia cenderung bersifat kaku dengan penempatan beban yang cukup berat kepada pemberi kerja. Namun, kata Dia, tidak cukup ruang bagi mereka untuk dapat mencapai dan produktivitas yang optimal.
"Salah satu dampak riil adalah langkah PHK pada industri tambang di Kalimantan Timur yang dilakukan menyusul turunnya harga komoditas batu bara," kata Muliawan, di Jakarta.
Menurut Muliawan, regulasi yang ada membuat biaya tinggi (high cost) harus ditanggung oleh pemberi kerja dalam menjalankan usahanya. "Dibandingkan dengan sejumlah negara ASEAN yang menjadi pesaing, struktur biaya yang diatur Indonesia adalah lebih tinggi sehingga membuat industri yang ada tidak kompetitif," ujarnya.
Regulasi ketenagakerjaan yang kurang luwes, terkait tingginya imbalan PHK yang diatur dalam perundangan, juga setengah memaksa perusahaan mengambil sejumlah langkah yang tidak populer di antaranya penerapan outsourcing dan perekrutan pekerja kontrak serta penangguhan pendanaan atas pencadangan terhadap kewajiban imbalan PHK.
"Kurang kompetitif industri pertambangan di Indonesia yang didorong oleh paket regulasi yang kurang luwes memang perlu segera direformasi. Lambannya perbaikan tata kelola di industri ini (pertambangan) dapat mendorong semakin terpuruk dan tidak kompetitif industri ini," tandas Muliawan.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
