Jakarta, PINews.com - Kerusakan lingkungan planet bumi semakin terasa, hal ini bisa digambarkan salah satunya adalah dari kondisi terumbu karang di dalam lautan.
Akibat adanya pemanasan iklim alamiah dan buatan yang diakibatkan manusia, terumbu karang di lautan bumi terancam berubah menjadi putih.
Hal tersebut diungkapkan oleh para ilmuan dari US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang memperingatkan bahwa pemutihan terancam terjadi di lebih dari 38% terumbu karang di dunia serta membunuh lebih dari 12.000 km persegi terumbu karang.
Dilansir dari BBC, pemutihan besar-besaran ini disebabkan oleh peningkatan suhu air yang dihasilkan dua gelombang hangat alamiah dan diperburuk perubahan iklim buatan manusia.
Pemutihan yang terjadi di dunia saat ini diperkirakan terburuk dalam catatan karena adanya pemanasan arus Pasifik, El Nino.
Untuk diketahui terumbu karang mengalami berbagai ancaman termasuk polusi, pengambilan ikan yang berlebihan, sedimentasi dan kerusakaan akibat perahu dan pariwisata.
Jika keadaan normal kembali, terumbu karang bisa pulih. Tetapi proses ini akan memakan waktu puluhan tahun.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
