Jakarta, PINews.com - Makanan khas Indonesia sudah dikenal luas memiliki keanikaragaman dan cita rasa khusus yang selalu menggugah selera. Namun hingga saat ini jarang ada pihak menelusuri darimana atau asal usul cerita dibalik menu-menu khas Indonesia tersebut.
Adalah pengamat sejarah, Fadly Rahman dari Universitas Padjadjaran, Bandung yang sedikit menyingkap tabir sejarah makanan khas Indonesia.
Kantor berita Antara melaporkan, dari hasil penelusuran Fadly, ada berbagai macam makanan khas nusantara yang umurnya bahkan mencapai 10 Abad atau dikonsumsi sejak tahun 901 masehi. Penemuan ini berdasarkan tulisan di Prasasti Taji.
Beberapa makanan yang disebutkan di prasasti itu diantaranya, sambel, pecel, pindang, rarawwan (rawon), rurujak (rujak), dan kurupuk, minuman dawet, wajik dan dodol.
“Berbagai makanan terdapat pada peninggalan sumber-sumber tulisan seperti prasasti dan naskah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sejak abad ke-10 menyebut-nyebut berbagai nama makanan yang hingga kini masih eksis," katanya.
Salah satu makanan lain yang disebutkan khusus adalah Lalapan Sunda. Sesuai dengan keterangan di prasasti, dijelaskan bahwa ada perbedaan antara lalapan Sunda sekarang dan lalapan sunda zaman dulu.
Zaman dulu ada tambahan di lalapan berupa umbi-umbian seperti kunyit dan kencur, mentimun, leunca, kenikir, honje atau combrang serta buah nangka dan petai.
Temuan ini tentu saja menjadi modal penting bagaimana pemerintah seharusnya menjaga kelestarian makanan khas daerah. Karena bagaimanapun juga makanan juga merupakan warisan budaya bangsa.
Kita tentu tidak mau warisan budaya dalam bentuk kuliner khas ini diakui oleh bangsa lain, yang ironisnya hampir sering terjadi dalam beberapa tahun belakangan.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
