Jakarta, PINews.com - Parlemen Prancis dengan suara mayoritas meminta pemerintah mengakui negara Palestina, dengan harapan pengakuan ini akan mempercepat diwujudkannya perjanjian damai antara Israel dan Palestina.
Dalam pemungutan suara yang dilaksanakan di Paris, hari Selasa (02/12), 339 anggota parlemen setuju untuk mengakui negara Palestina, sementara 151 anggota menentang.
Tapi sejumlah pihak mengatakan keputusan parlemen Prancis tersebut adalah dorongan simbolis yang sangat penting bagi Palestina, di tengah makin kuatnya dukungan dari Eropa atas skema penyelesaian dua negara.
Pemerintah Prancis mendukung berdirinya negara Palestina namun mereka mengatakan masih terlalu dini untuk mengeluarkan pengakuan resmi.
Prancis, salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto, ingin perundingan damai Israel-Palestina kembali dimulai.
Israel mengatakan akan mendukung negara Palestina yang didirikan setelah tercapai perundingan damai.
Tel Aviv mengatakan pengakuan seperti yang dikeluarkan parlemen Prancis, Inggris, Spanyol, dan Swedia hanya akan mendorong otorita Palestina menghindari perundingan damai.
(sumber : BBC Indonesia)
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
