Jakarta, PINews.com - Para peneliti baru saja menemukan piranti lunak jahat yang dikembangkan Amerika Serikat dan Israel yang ditujukan untuk menyerang program nuklir Iran. Symantec, perusahaan komputer terkemuka di dunia menyatakan Bug yang diberi nama Regin (Stuxnet) digunakan selama 6 tahun untuk berbagai sasaran di dunia salahsatunya yakni untuk Iran.
Para peneliti menyebutkan, Regin adalah alat spionase paling canggih yang pernah dikembangkan. Seperti dikutip BBC, Regin dapat melakukan banyak fungsi seperti mengambil foto layar, mencuri kata kunci atau memanggil ulang dokumen yang sudah dihapus.
Diperlukan waktu berbulan-bulah, bahkan bertahun-tahun untuk mengembangkan Regin. Para penciptanya berupaya keras menutupi jejak mereka. Selain Iran, negara-negara yang paling terkena dampak Regin ialah Rusia, Arab Saudi dan Irlandia.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
