Kupang, PINews.com - Aksi kekerasan yang melibatkan warga sipil kembali terjadi. Samuel Tumonggor, 39, asal Bandung, Jawa Barat menderita luka tembak di dada kiri oleh warga di di Kampung Oemaulain, Desa Tuanatuk, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Korban sempat dirawat beberapa saat di Rumah Sakit Umum (RSU) Ba’a, Rote sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit WZ Johannes Kupang menggunakan kapal cepat pada Selasa kemarin (11/11). Rencananya, Samuel akan menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang masih bersarang di dadanya.
Kapolres Rote Ndao Ajun Komisaris Besar (AKB) Hidyat mengatakan peristiwa penembakan berawal dari Samuel bersama seorang rekannya bernama Enos, anggota Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) Rote Ndao pergi ke kampung tersebut pada Senin (10/11) untuk memotret panorama perkampungan dan aktivitas warga.
Kemudian datang tiga pemuda mendekat. Salah satu di antara mereka membawa senapan angin. Tiga pemuda ini kemudian menginterogasi Samuel dan Enos karena menduga mereka anggota orang potong kepala (OPK). Isu OPK memang memang menggemparkan desa-desa di NTT selama lebih dari dua bulan terakhir.
Namun saat diinterogasi itulah, seorang di antara mereka menembak Sameul dari jarak sekitar lima meter yang membuat Semual jatuh. Setelah jatuh, telopon gengam dan sebuah GPS milik Semual dirampas. Mereka kemudian melarikan diri. “Identitas pelaku sudah diketahui dan saat ini sedang dalam pengejaran,” ujarnya saat dimintai keterangan pada Rabu pagi (12/11).
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
