Jakarta, PINews.com - Desas desus yang selama ini beredar tentang adanya campur tangan Amerika Serikat dalam mempersenjatai pihak oposisi Suriah ternyata bukan hanya isapan jempol belaka.
Dilansir laman AP (28/1) kongres Amerika ternyata mengetahui dan menyetujui pengiriman senjata ke kelompok oposisi moderat Suriah yang bermarkas di selatan Suriah. Dilaporkan bahwa kelompok tersebut adalah perlawanan bukan islam yang masuk dari Jordania.
Lebih lanjut, laporan juga menyebutkan bahwa sumber pengiriman senjata diambil dari dana fiskal tahun 2014. Senjata yang dikirim juga bermacam-macam yang terdiri dari senjata ringan hingga senjata berat.
Dengan adanya berita ini tentu pemerintahan Obama tidak bisa lagi mengelak tudingan bahwa negara adidaya terseu merupakan salah satu otak dari krisis Suriah yang terus berkepanjangan.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
